Minggu, 27 Februari 2011

DILEMA


Ada orang yang pernah bilang lebih baik aku menjadi lampu yang bersinar redup, namun berada di tengan kegelapan dari pada menjadi lampu yang bersinar dan menyala terang, namun berada di antara lampu mercusuar
Adakah kau menangkap sarkasme disana?
Adakah kau menangkap suatu ketidakpercayaan?
Adakah kau menangkap suatu ketakutan? Kerendahan?
Suatu rasa yang yang membuatmu terpaksa menciut, bersembunyi di balik semua digdaya
Digdaya yang seharusnya kau miliki, tapi tak pernah engkay keluarkan
Karena kau tak memberinya kesempatan
Bah, katakan padaku apa itu kesempatan !!
Masih adakah kesempatan untuk sebuah sinar, untuk diperhatikan, apabila dia bersanding diantara jutaan lampu yang juga bersinar semua?
Sepasang mata akan bingung untuk memilih
Aku bingung hendak memilih tempat mana
Namun sejujurnya aku merindukan tempatku terdahulu
Di dalam suatu ruangan yang pengap dan gelap
Namun dengan sepasang mata yang bersorot lembut, mengucapkan terimakasih karena aku telah menerangi gelapnya
Seberapa reduppun sinarku, tapi paling tidak hanya aku seorang lampu yang menyala disana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar