Minggu, 11 September 2011

Sebuah goresan pena teruntuk pemuja cinta…


 Cinta tak selalu terasa manis, sebab adakalanya terasa pahit. Cinta terasa manis saat kekasih mengikrar janji, saat hati kita bahagia terbuai bersamanya.Cinta terasa pahit saat kekasih mengikrar sumpah, saat hati teriris akibat tipu dayanya.Karena cinta selayaknya angin, yang tak mampu dilihat, dan tak mampu ditebak, hanya mampu dirasa.Karena cinta selayaknya baayangan abstrak, bukan konkret. Namun sesungguhnya cinta tak pernah bertipu daya. Karena cinta mulia, berharga.Tapi jangan pernah menganggap cinta adalah yang paling berharga. Sebab yang paling berharga di dunia ini bukanlah cinta melainkan jalan menuju kesempurnaan hidup, kini dan nanti.Jangan pula menganggap cinta tak berharga. Sebab tak ada sesosok orang pun yang mampubertahan hidup tanpa cinta, karena cinta itu anugerah Tuhan bagi akhluk-Nya.Sampai akhir nanti cinta tetaplah berharga. Namun menjelma tak berharga saat ketakutan untuk mengungkapnya hadir menyelimuti.Cinta itu indah dan berharga saat kau menghargainya, menghormatinya, senantiasa menaunginya dalam suasana cinta dan kasih sayang. Maka saat ada yang bertanya, “Berapa nilai cintamu?”Jawaban yang tepat adalah bahwa cinta tak mempu diterka, sebab tak ada sesuatu yang menjadi tolak ukurnya. Dan kematian bukanlah nilai tertinggi dalam cinta. Maka cinta tak butuh suatu ikrar bernilai puitis, romantisme kehidupan. Melainkan butuh bukti nyata, sebagai pertanggungjawaban ikrarmu. Karena cinta tak mementingkan kata-kata layaknya sang pujangga.Tapi butuh fakta tak sekedar fatamorgana. So, show your love with your action, not just your say…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar